Ulasan kritis atas kekuatan naratif dan eksplorasi psikologis tokoh utama dalam novel terbaru Ahmad Farhan.

Novel Jejak Sunyi di Sudut Kota karya Ahmad Farhan hadir sebagai sebuah cermin jernih yang memperlihatkan bagaimana manusia urban kerap merasa terisolasi meski dikelilingi jutaan manusia lain.
Penggunaan sudut pandang orang pertama dengan monolog batin yang kuat membawa pembaca menyusuri lorong-lorong kota dan lorong-lorong pikiran tokoh utamanya yang sarat kontradiksi.
"Kota ini tidak pernah benar-benar tidur, tapi selalu berhasil membuat warganya merasa kesepian di tengah keramaian."
Buku ini sangat direkomendasikan bagi pembaca yang menyukai fiksi kontemplatif bernuansa sastrawi.